Mengulas Ejen Ali: The Movie, Seorang Anak yang Berusaha Mencari Ibunya

Posted on

 

Yo salam hangat dari Mimin biar kamu enggak kedinginan gaes! By the way, kamu suka nggak film soal superhero? Kalau Mimin sih kadang suka kadang enggak. Hehe. Tapi dari kecil sih Mimin udah sering nonton Super Sentai atau yang biasa kamu sebut Power Ranger sih gaes. 

Nah, pada pembahasan kali ini Mimin akan membahas seorang superhero dari negeri jiran alias negeri tetangga kita, Malaysia. Judulnya “Ejen Ali: The Movie”.

Bagi kamu yang sudah biasa nonton serial-serial animasi dari Malaysia seperti Upin-Ipin, Boboiboy, dan Pada Zaman Dulu pasti sudah enggak asing dengan film yang satu ini.

 

 

SINOPSIS

 

 

Ejen Ali: The Movie menceritakan tentang seorang anak bernama Ali yang tidak sengaja mengaktifkan sebuah alat canggih bernama IRIS.(Infinity Retinal Intelligent System). Karena ketidaksengajaannya itu, ia kemudian direkrut menjadi agent rahasia dari MATA (Meta Advance Tactical Agency).

MATA melatih Ali menjadi agen yang sangat berbakat karena mesin IRIS hanya terkoneksi ke Ali. Kemudian Ali diberi tugas untuk menjaga Kota Cyberaya.

Meski masih berumur 12 tahun, Ali menjalankan tugasnya dengan baik dan bersungguh-sungguh.

Kemudian selama pertengahan mas tugasnya, Ali merasa tersisihkan ketika MATA membuat mesin baru pengembangan dari IRIS, yakni IRIS Neo yang bisa digunakan oleh seluruh anggota MATA.

Ali yang merasa tersisihkan menjadi galau. Posisi istimewanya terasa tidak istimewa lagi. Bahkan ia mempertanyakan keberadaan dirinya di MATA. Apakah mungkin ia sudah tidak dibutuhkan lagi di sana?

Di tengah kegalauannya itu, ia bertemu dengan seseorang yang mengaku sebagai Nikki. Nikki mengatakan padanya bahwa ia tahu mengenai orang tua Ali. 

Sebagai anak yang sudah lama kehilangan orang tuanya, Ali sangat ingin tahu bagaimana ia bisa berpisah dari mereka.

Mempertaruhkan kesetiaannya dengan MATA, ia mengikuti Nikki menuju ke kawasan perkampungan kumuh. Di sana ia diperlihatkan rahasia MATA dan Kota Cyberaya.

 

MENGANGKAT ISU DI MASYARAKAT DALAM BALUTAN ANIMASI

 

 

Jika kita mengenal tipe animasi di Indonesia yang lebih mengajarkan budi pekerti, maka dalam film Ejen Ali ini lebih luas jangkauannya.

Meski tema awalnya sangat sederhana, yakni Ali yang mencari keberadaan orang tuanya. Namun, dalam perjalanan kisahnya kita bisa melihat banyak hal yang diangkat.

WAU Animation dan Primeworks Studio berhasil mengangkat isu-isu masyarakat Malaysia dalam balutan animasi yang menarik. Sehingga tidak hanya dinikmati untuk anak-anak, film ini juga bisa dinikmati oleh orang dewasa.

 

GRAFIK YANG TIDAK KALAH DENGAN FILM ANIMASI HOLLYWOOD

 

 

Selama ini kita tahu jika pemegang pasar animasi terbesar di dunia hanya ada 3, yakni PIXAR, Disney, dan Dreamworks. Namun, ternyata perkembangan animasi Asia tidak kalah jauh dengan mereka.

Hal ini dibuktikan dengan grafik dari film Ejen Ali: The Movie yang cukup menarik. Perpotongan dan perpindahan tiap adegannya termasuk dalam kategori mulus menurut Mimin.

Tidak heran jika film ini disambut baik penayangannya di negara Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia sendiri.

Film yang menghabiskan dana 6 juta ringgit Malaysia ini berhasil mendapatkan pendapatan kotor sebesar 25 juta ringgit Malaysia atau setara dengan 82,5 miliar rupiah.

Hal tersebut sesuai dengan harapan Datuk Ahmad Izham Omar selaku Chief Executive Officer dari Primeworks Studio. Ia mengatakan, “Sambutan penonton terhadap film ini membuat kami percaya bahwa industri animasi di Asia terus bergerak maju.”

 

☘☘☘

 

Nah, seperti itulah kira-kira review dari Mimin, tentang superhero dari Asia lebih tepatnya Asia Tenggara. Hehew.

Bagi kamu yang ingin membuat animasi serupa seperti Ejen Ali, bisa banget nih gabung dengan Kelasanimasi.com.

Di sini kamu akan diajari belajar animasi dari tahap awal hingga tahap lanjut. Bahkan kamu juga akan diajari oleh para Mimin kece dan member lainnya lho.

Yup, sekian dari Mimin, sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya. Salam Matahari!