12 Prinsip Dasar Pembuatan Animasi

Posted on
  • Slow In and Slow Out

 

 

Untuk prinsip yang satu ini, kita hanya ditegaskan kembali mengenai percepatan dan perlambatan gerakan animasi.

Misalnya nih kamu naik sepeda di dataran tinggi. Ketika mau turun pasti ancang-ancang dulu dong. Dari gerakan ancang-ancang yang lambat, begitu terjun pasti jadi cepat. Inilah yang dinamakan Slow In.

Sedangkan untuk Slow Out, bisa kamu bayangkan dengan naik ke dataran tinggi menggunakan sepeda yang tadi. Lama-kelamaan pasti makin melambat gerakannya.

 

  • Solid Drawing

 

solid drawing animasi

 

Sebelumnya, banyak banget nih yang tanya apakah membuat animasi harus pandai menggambar? Jawabannya, kemampuan gambar itu “penting”.  Tapi, untuk prinsip yang satu ini, yang dimaksud bukan tentang seberapa pandai membuat gambar yang realistik ataupun detail.
Namun, kamu harus bisa membuat karakter yang terlihat memiliki berat dan volume seperti objek 3D.

Contohnya gambar kubus. Dengan sekali lihat aja, kamu pasti tahu kalau kubus itu memiliki ruang berupa berat dan volume. Solid Drawing sendiri memiliki fungsi agar karakter animasimu tetap terlihat konsisten letak dan bentuknya dalam setiap frame.

 

  • Straight Ahead dan Pose to Pose

 

 

Ternyata cara pembuatan animasi ada 2 lho. Yang pertama disebut Straight Ahead.

Kalau kamu pernah menggambar karakter bergerak secara berurutan satu per satu. Misal mau melompati jurang, kamu menggambar mulai dari ancang-ancang hingga sampai ke seberang jurang secara keseluruhan. Berarti kamu sudah melakukan Straight Ahead.

Sedangkan untuk Pose to Pose, cara menggambarnya memakai poin-poin.
Misalnya melompati jurang tadi, kamu hanya menggambar pose ancang-ancang, sampai di tengah, dan sampai di seberang. Setelah itu barulah kamu gambar adegan perpindahannya dari pose ke pose.

Dua cara di atas memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Dengan Straight Ahead, kamu bisa mendapatkan hasil gambar yang konsisten, tetapi tidak bisa dikerjakan oleh animator yang berbeda karena akan mempengaruhi style gambarnya.

Sedangkan untuk Pose to Pose, kamu bisa mendapatkan waktu pengerjaan yang lebih cepat karena sudah menyiapkan poin-poin yang bisa dikerjakan oleh orang lain. Dan, cara yang satu ini cocok untuk diterapkan pada industri.

 

  • Squash n Stretch

Sudah pernah melihat bola karet atau balon berisi air yang memantul belum? Pasti ketikan memantul bikin si bola jadi lonjong, kan? Nah, kira-kira seperti itulah Squash and Stretch.

Ketika membuat Squash and Stretch, kamu harus tahu dulu nih tentang jenis benda yang akan kamu animasikan. Apakah dia keras atau lunak? Karena dengan tahu jenis bendanya, kamu bisa membuat animasi yang terlihat hidup dan dinamis.

Selain itu, kamu juga bisa menggunakannya pada karakter. Contohnya pada karakter Nyonya Poppy Puff dalam animasi Spongebob Squarepants. Sesekali dia akan menggembung kalau sedang stress kan?