Review film : “Joker” yang sukses mencuri perhatian banyak orang

Posted on

 

 

Setelah kemarin admin membahas artikel tentang sinopsis dan trailer “Joker”. Kali ini admin mau me-review film buat kalian nih gaes.

 

Film yang sukses membuat orang merasakan “atmosfer” sedih, pilu, dan depresi. Tapi buat kalian yang belum menonton, disarankan untuk mematuhi klasifikasi usia 17 tahun keatas.

Dikarenakan film ini mengandung beberapa unsur kekerasan fisik, tekanan mental serta dibutuhkan kedewasaan untuk mencerna film tersebut.

 

Yang jelas menurut admin film ini harus ditelaah dengan pikiran yang bijak ya gaes. Buat kalian yang mempunyai tekanan mental atau depresi diharapkan jangan menonton. Jadi dimohon untuk ditaati dan jangan disepelekan ya teman-teman 🙂

 

Seperti apa yuk kita mulai saja pembahasannya :

 

Spoiler Alert!! (Mengandung spoiler)

 

Film dengan durasi 122 menit atau 2 jam 2 menit ini menyita banyak sekali perhatian orang gaes, apakah kamu salah satunya? hehe… kalo admin sih iya gaes :v (gak ada yang nanya wk)

Membahas lebih dalam tentang latar belakang Joker (musuh bebuyutan Batman).

 

Dengan latar belakang suasana suram kota Gotham pada tahun 80an. Kota Gotham sedang dilanda krisis keuangan, yang berdampak pada masalah sosial dari sampah yang tidak terurus sampai lapangan pekerjaan yang semakin sulit.

Semakin jelasnya perbedaan antara si kaya dan si miskin yang terintimidasi gaes.

 

 

 

Arthur Fleck (Joaquin Phoenix), seorang warga kelas bawah yang berprofesi sebagai badut tunggal panggilan, yang harus hidup pas-pas an. Sering diperlakukan kasar oleh orang-orang sekitarnya karena profesinya tersebut. Ia tidak ada teman ataupun orang yang dekat dengannya, kecuali ibunya Penny Fleck (Frances Conroy). Namun ternyata nih gaes, dia juga mengalami masalah dengan ibunya.

 

Hidupnya yang berat, kini bertambah berat karena dipecatnya dia dari pekerjaannya. Serta penyakit yang dideritanya yaitu PBA (suatu kondisi dimana pengidap nya akan tertawa disaat sedang sedih), jadi ini real gangguan saraf pada otak karena dulu pernah mengalami kekerasan fisik serta trauma saat masih kecil gaes, bukan karena dia “gila” ya gaes, ataupun dibuat-buat.

 

Dengan penyakitnya itu, banyak yang menganggap Arthur itu aneh, membuat banyak orang tak segan-segan untuk memperlakukannya dengan kejam.

 

Tekanan demi tekanan dia terima, membuat nya jadi tidak terkendali. Semua berawal saat temannya menawarinya untuk membeli sebuah pistol untuk berjaga-jaga, namun sepertinya teman nya ini ada maksud lain untuk menjatuhkan namanya. 

Saat ia tengah menaiki kereta bawah tanah untuk pulang, dan ada 3 orang yang mengganggu seorang wanita, disaat sedang bersedih setelah dipecat, akan tetapi penyakitnya kambuh yang mengira dia menertawakan orang itu. 

Tanpa pikir panjang 3 orang itu memukuli nya, tak diam saja, Arthur langsung membunuh 3 orang yang memukuli nya. hmmm.. sangat tragis sekali ya gaes.

 

Karena dipecat, dia jadi tidak bisa membeli obat untuk mengontrol penyakitnya, ditambah lagi tempat nya berkonsultasi dengan psikiater harus ditutup, membuat dia jadi lebih tidak terkendali. 

 

Berawal dari situlah, dia menemukan sensasi bahagia setelah membunuh orang yang jahat terhadap dirinya, dengan tampilnya di acara (seperti realityshow) dia ingin dipanggil sebagai “Joker”, akhirnya lahirlah nama Joker

 

Membuat nya menjadi seorang villain (penjahat kejam) yang tak tanggung-tanggung nekat membunuh semua orang dengan kejam, sekaligus menjadi sosok pahlawan bagi rakyat bawah.

 

Sedikit ringkasan aja, Joaquin sukses memerankan Joker dengan baik, ia telah membuat banyak orang terkagum-kagum dengan aktingnya yang luar biasa. Sorot mata, raut wajah, bahkan tawanya menyampaikan kesakitan yang mendalam, yang dialami oleh Arthur.

Saat Joker tertawa maka penonton juga akan merasakan kengerian, sedang kan saat dia bersedih dan marah, suasana mencekam akan menyelimuti penonton, yang membuat diam seribu bahasa.

 

Kesimpulannya, film ini menjadi tamparan untuk siapapun untuk berlaku baik kepada semua orang, karena tidak ada yang tau apa yang dirasakan seseorang dibalik tawa atau senyumannya.

Dibalik banyak nya yang mengapresiasi film ini, tak sedikit pula menjadi perdebatan banyak orang karena membuat penonton berempati dengan sosok pembunuh berdarah dingin. 

 

Jadi gaes, bijaklah dalam menilai serta menelaah filmnya ya 😀

 

Mohon maaf jika ada spoiler atau ada yang kurang dalam ceritanya, support admin terus dalam berkarya gaes…

Terima kasihh~  \(´▽`)/

 

Bagi kamu yang ingin belajar animasi bisa klik di bawah ini:

Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *