Review Film terbaru “Gundala”, sang putra petir

Posted on

 

 

Habis lihat petir nih gaes! //padahal di Semarang hujan aja kagak ya. Ketahuan banget ngayalnya. Hahaha… 

 

Sebenernya sih bukan lihat petir ketika hujan, tapi si admin lagi lihat petir di film yang bikin heboh beranda Facebook Mimin dua bulan yang lalu. Yup.. apalagi kalau bukan Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot yang rilis pada bulan Agustus lalu.

Film yang diadaptasi dari komik yang berjudul sama ini merupakan terbitan Jagat Sinema Bumilangit dan Legacy Picture. Sedangkan untuk komiknya sendiri ditulis oleh Harya Suraminata atau biasa disebut Hasmi dan terbit pada tahun 1969. Wah generasi tua banget ya. Mimin aja belum lahir tahun segitu. Ibu Mimin juga belum lahir. Hahaha… 

 

SINOPSIS

 

Gundala film yang menceritakan tentang Sancaka yang hidup di era 70-an dan hidup sendiri di jalanan karena ia kehilangan orang tuanya. Selama berada di jalanan, ia harus belajar cara bertahan hidup. Mulai dari belajar bela diri bersama Awang hingga bekerja serabutan di pasar. Selama itu pula Sancaka belajar mengenai untuk tidak ikut campur dengan masalah orang lain jika ingin hidupnya tentram.

 

Namun ketika dewasa, nalurinya kembali ditarik untuk peduli kepada orang lain. Ia melihat keadaan kota dan negara yang semakin buruk dengan berbagai kekacauan dimana-dimana. Hingga akhirnya ketika dia sedang bertugas, ia tidak sengaja tersambar petir. Anehnya ia malah tidak pingsan atau hangus sama sekali. 

Dari sinilah awal mula Sancaka mulai menjadikan dirinya sebagai Gundala.

 

PEMERAN

 

Sancaka diperankan oleh Abimana Aryasatya, salah satu aktor senior Indonesia ini berhasil membawakan Sancaka versi dewasa dengan baik. Mulai dari sifat si tokoh utama yang pendiam, hingga gerak-geriknya yang mulai terusik ingin menolong sesama dan memberantas ketidakadilan di negerinya.

 

 

Sedangkan untuk Sancaka versi kecil diperankan oleh Muzzaki Ramdhan. Muzzaki dengan epic membawakan keadaan emosi seorang anak kecil yang ditinggal oleh kedua orang tuanya. Belum lagi ia harus bertahan dari kerasnya kehidupan kota besar di umur yang seharusnya ia masih bermain dan bersekolah. Tetapi dengan bantuan Awang, Sancaka kecil berhasil mempertahankan dirinya.

 

Bukan hanya Abimana dan Muzzaki, beberapa artis lain yang ikut menjadi casting Gundala yakni, Tara Basro, Lukman Sardi, Bront Palarae, dan masih banyak yang lain.

 

SUTRADARA KONDANG

 

Disutradarai oleh Joko Anwar yang sekaligus berperan sebagai penulis skenarionya, Joko Anwar tidak menulis kisah yang sama persis dengan komiknya, tetapi ia menggunakan kisah yang lebih relate dengan keadaan sekarang.

 

Di komiknya, kita akan disajikan mengenai Sancaka yang seorang ilmuwan jenius sedang membuat serum anti petir, maka di filmnya kita akan bertemu dengan Sancaka yang berprofesi sebagai petugas keamanan. Ini biasa dinamakan multi universe. Sehingga kita bisa melihat berbagai macam varian kisah dengan ide yang sama tetapi penggambarannya saja yang berbeda.

 

Bukan hanya itu, Joko Anwar pun berhasil membawa film tersebut untuk tayang di Toronto International Film Festival (TIFF) tahun 2019. Yaitu salah satu festival film terbesar dan terkenal ketat sistemnya untuk bisa tayang di sana.

 

TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN

 

Sebagai film pembuka dari Jagat Sinema Bumilangit, Gundala patut diacungi jempol karena Gundala film Indonesia pertama yang menggunakan teknologi Dolby Atmos.

 

Apa itu Dolby Atmos? Dolby Atmos merupakan sebuah teknologi virtual reality suara yang memaksimalkan penggunaan audio dalam penceritaan sebuah film. Teknologi ini juga memberikan kebebasan kepada para filmmaker untuk menempatkan atau memindahkan suara ke sudut mana pun di dalam gedung bioskop untuk menciptakan suasana seperti di kehidupan nyata.

 

Sedangkan untuk CGI yang digunakan memang tidak sebanyak di film superhero pada umumnya, tetapi Gundala adalah film yang menekankan pada sisi cerita. Sehingga kita sebagai penonton dibawa untuk melihat lebih dalam mengenai karakter seorang Sancaka.

 

Nah, segitu dulu review dari admin. Sampai jumpa lagi! Salam Matahari!

 

 

Bagi kamu yang ingin belajar animasi bisa klik di bawah ini:

Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *