Ulasan film animasi “Abominable”, si Yeti yang menggemaskan

Posted on

 

 

Hai para pecinta animasi~ Oiya nih gaes, admin mau mereview film yang baru-baru ini sudah ditayangkan nih gaes, namanya Abominable. Sebuah film berlatar salah satu negeri di Asia Timur, yang diproduksi oleh DreamWorks Animation dan Pearl Studio, ditulis – disutradarai oleh Jill Culton, dan disutradarai oleh Todd Wilderman.

 

Mengisahkan tentang petualangan gadis kecil dan sesosok monster salju imut nan menggemaskan gaes.

Film ini tayang di bioskop pada tanggal 4 Oktober 2019, nah.. siapa nih yang udah nonton hehe..

 

Diperankan oleh :

 

  • Chloe Bennet sebagai Yi
  • Albert Tsai sebagai Peng
  • Tenzing Norgay Trainor sebagai Jin
  • Eddie Izzard sebagai Burnish
  • Sarah Paulson sebagai Dr. Zara
  • Tsai Chin sebagai Nai Nai
  • Michelle Wong sebagai Ibu Yi

 

Sinopsis : 

 

Gadis remaja bernama Yi, tanpa sengaja dia telah bertemu dengan Yeti di atap gedung apartemennya di Shanghai. Dia dan teman-temannya, Peng dan Jin akhirnya menamai Yeti tersebut dengan nama ‘Everest’. Petualangan seru mereka pun dimulai, dia dan teman-temannya mempunyai misi mengembalikan Everest ke rumahnya dan kembali ke keluarganya.

Akan tetapi, perjalanan mereka tidak semudah yang mereka kira. Karena harus berhadapan dengan Burnish, seorang pria kaya raya yang akan menangkap dan menjual Everest.

Dapatkah mereka berhasil mengembalikan Everest kerumahnya?

 

Plot :

 

Yi yang sedang berduka karena kematian ayahnya mencoba untuk menyendiri di atas atap gedung apartemennya. Namun tidak diduga dia malah bertemu dengan Yeti. Lah.. kok bisa Yeti sampai disana? Iya gaes, Yeti ini awalnya sebuah objek penelitian di sebuah laboratorium yang dipimpin oleh ahli zoologi bernama Dr. Zara. Nah si Yeti ini berhasil melarikan diri dari kejaran tim laboratorium gaes. Yang kemudian bersembunyi di atap gedung apartemen.

 

Setelah pertemuannya dengan Yeti itu, dia akhirnya menamainya sebagai Everest. Karena tak tega, Yi berencana untuk mengembalikan Everest ke kampung halamannya yaitu Gunung Everest, dengan ditemani oleh 2 temannya yaitu Peng dan Jin. Tapii… perjalanan mereka tidak semudah kelihatannya, karena Burnish bersama timnya berusaha menangkap Everest untuk dijadikan pameran dan dijual.

 

Review :

 

Karakter-karakter yang terlihat dibuat begitu menggemaskan, tidak hanya visual yang menarik melainkan alur ceritanya yang memperlihatkan kepedulian terhadap sesama makhluk hidup lainnya, serta pertemanan yang tidak memandang apapun jenisnya.

 

Keunikan-keunikan dari karakternya sendiri terlihat menarik, mulai dari Yi yang tomboy dan tertutup, Jin yang narsis dan haus akan popularitas, serta Peng yang lugu dan jenaka.

 

 

Ya.. mungkin untuk orang Indonesia sendiri sedikit asing dengan yang namanya Yeti, tapi disini DreamWorks sukses menampilkan monster salju yang diilustrasikan dengan mata besar, senyuman lebar dengan gigi jarang, yang membuatnya terlihat lucu dan menggemaskan. 

Walaupun plot kisahnya, ya.. menurut mimin gampang ditebak, tapi ada juga nih plot lain yang tak diduga-duga. 

Bukan hanya mengisahkan petualangan mereka mengembalikan Everest ke rumahnya, namun juga memperlihatkan Yi yang bisa memproses emosi nya semenjak kepergian ayahnya.

 

Untuk visual sendiri kalian yang menonton akan disajikan animasi realistis, serta candaan-candaan setiap karakternya membuat kalian gak akan bosen deh nontonnya hehe…

 

Nah.. menarik kan teman-teman, buat kalian para pecinta film animasi terutama yang belum nonton film ini, harus nonton deh hehe… Kenapa? karena ada beberapa pesan moral yang kita bisa petik dalam film tersebut gaes hehe… 

Oke segitu dulu ulasan mimin kali ini, dan jangan lupa support mimin terus dalam berkarya..Nantikan lagi artikel-artikel mimin selanjutnya~

 

Terima Kasih…. 😀

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *